Teologi Islam
MIDLE TEST TEOLOGI ISLAM
1.
Jelaskan
latar belakang kemunculan aliran teologi dalam Islam?
2.
Mengapa
terjadi perbedaan paham & aliran teologi dikalangan umat Islam?
3.
Jelaskan
pemikiran/ajaran tentang iman dari aliran teologi berikut:
§ Khawarij
§ Syiah
§ Jabariyah
§ Qadariyah
§ Asy’ariyah
§ Maturidiyah
§ Murjiah
§ Mu’tazilah
Jawab
1.
Latar
belakang kemunculan aliran teologi dalam islam.[1]
Perkembangan
teologi dalam islam berawal dari permasalahan politik. Masalah pertama yang
muncul setelah wafatnya Rasul SAW adalah siapakah yang menjadi khalifah. Masalah
ini cukup pelik dan pada akhirnya umat islam menyetujui pengangkatan Abu Bakar
sebagai khalifah pertama setelah Rasul SAW wafat. Kemudian Abu Bakar digantikan
oleh Umar ibn Khatab, yang kemudian digantikan Usman ibn Affan dan selanjutnya
di gantikan Ali ibn Abi Thalib.[2]
Dalam
perjalanan sejarah umat Islam terjadi beberapa peristiwa, salah satunya yaitu
pembunuhan khalifah Usman ibn Affan. Pembunuh khalifah Usman diduga adalah
delegasi mesir yang menyampaikan protes atas tindakan Khalifah Usman yang dianggap
tidak adil yaitu dianggap hanya mementingkan klan dari Usman (Bani Umayah).
Setelah
khalifah Usman terbunuh diangkatlah Ali ibn Abi thalib sebagai khalifah dan
mendapat tantangan dari kaum Mu’awiyah untuk menemukan dan menghukum pembunuh
Usman. Dan jugamendapat perlawanan dari Aisyah.
Selanjutnya
terjadi perang saudara antara pasukan Ali dan pasukan Muawiyah (perang
siffin). Ali berhasil mendesak tentara Muawiyah, tetapi Amr ibn al-Ash
meminta bedamai, terjadilah genjatan senjata. Dalam genjatan senjata ini Ali
mengakui kedudukan Mu’awiyah setara dengan khalifah. Sikap Ali yang menerima
ajakan damai, yang pada hakikatnya adalah tipu muslihat dari pihak musuh.
Karena keputusan Ali ini mendapat tentangan dan memandang Ali bersalah dan
berbuat dosa sehingga golongan mereka meninggalkan Ali (kaum Khawarij).
Awal
mula perbedaan aliran teologi dalam islam yaitu muncul dari masalah politik
yang kemudian menjadi masalah teologi karena timbul persoalan siapa yang kafir
dan bukan kafir. Dengan demikian peritiwa terbunuhnya Usman ibn Affan (656 M)
membawa masalah politik dan juga menimbulkan masalah teologi dalam islam.
2.
Penyebab
terjadinya perbedaan paham dan aliran dalam islam.
Perbedaan
paham/aliran dalam islam ini dikarenakan terjadinya perbedaan dalam menafsirkan
mengenai ajaran-ajaran islam (Al-qur’an & Al-Hadis). Ada yang memandang sebuah kemaslahatan dari kiri dan
ada juga yang memandangnya dari sebelah kanan. Atau segi kedalaman yang diliahatnya
dalam sebuah kemaslahatan. Tentunya objek mereka sama bahakan sumber dalil yang
mereka pegangi sama. Tetapi penafsiran mereka dapat berbeda-beda, tergantung
pemahaman dan akal mereka serta pengetahuan yang mereka miliki. Hal inilah yang
menyebabkan aliran/paham dalam islam berbeda-beda.
3.
Pemikiran/ajaran
tentang Iman dari aliran teologi:
a.
Khawarij
Kaum khawarij berpendapat iman bukanlah pengakuan dalam
hati dan ucapan dengan lisan saja, tetapi amal dan ibadah menjadi rukun iman
pula. Barang siapa tidak mengerjakan sembahyang, puasa, zakat dan lain-lain
maka orang tersebut menjadi kafir. Kaum khawarij yang ekstrim tidak segan-segan
membunuh orang yang telah berbuat dosa besar. Karena mereka menganggap orang
yang berdosa besar adalah kafir.
b.
Syiah
Kaum syiah berpendapat bahwa imamah (kepala negara) tidak
boleh berbuat suatu kesalahan. Mereka berpendapat bahwa para imam menerima
wahyu, karenanya tidak salah dan senantiasa benar. Dari pernyataan ini mereka
bependapat bahwa imam lah yang menuntun mereka kejalan yang benar.
c.
Jabariyah
Kaum jabariyah berpendapat bahwa iman hanya dalam hati
saja, kaum jabariyah berpendapat bahwa Tuhan menciptakan perbuatan manusia
tetapi manusia tidak mampu berbuat apa-apa (jabaiyah ekstrim). Intinya manusia
ini hanya menjadi boneka, segala sesuatu yang diperbuat manusia merupakan
rencana Tuhan.
d.
Qadariyah
Kaum qadariyah berpendapat bahwa segala sesuatu perbuatan
manusia adlah kehendak dari manusia tersebut. Tuhan tidak memiliki wewenang
dalam mengatur perbuatan manusia.
e.
Asy’ariyah
Kaum asy’ariyah berpendapat bahwa Tuhan memiliki
sifat-sifat yang disebutkan dalam Al-qur’an dan As-Sunah. Asy’ariyah
berpendapat bahwa sifat-sifat Allah ini tidak boleh diartikan secara harfiah.
Serta Asy’ariyah meyakini bahwa Allah dapat dilihat diakhirat, tetapi tidak
dapat digambarkan.
f.
Maturidiyah
Kaum maturidiyah berpendapat bahwa mengetahu Tuhan dan
kewajiban mengetahui Tuhan dapat diketahui dengan akal. Kemampuan akal dalam
mengetahui kedua hal tersebut sesuai dengan ayat al-Qur’an yang memerintahkan
agar manusia menggunakan akal dalam usaha memperoleh pengetahuan dan pemikiran
yang mendalam mengenai ciptaan-Nya. Dan kaum ini berpendapat bahwa pelaku dosa
besar tidaklah kafir dan tidak kekal dineraka walaupun dia mati sebelum bertaubat,
hal ini karena Tuhan menjanjikan akan memberikan balasan kepada manusia sesuai
perbuatannya.
g.
Murjiah
Kaum Murjiah berpendapat bahwa Iman adalah percaya kepada
Allah dan Rasul-Nya saja. Adapun amal dan perbuatan tidak merupakan suatu
keharusan bagi adanya iman. Seseorang tetap dianggap mukmin walaupun
meninggalkan perbuatan yang diwajibkan dan melakukan dosa besar. Dasar
keselamatan adalah iman semata. Selama masih ada iman di hati, setiap maksiat
tidak dapat mendatangkan madarat atas seseorang. Untuk mendapat ampunan,
manusia hanya cukup dengan menjauhkan diri dari syirik dan mati dalam keadaan
akidah tauhid.
h.
Mu’tazilah
Kaum Mu’tazilah berpendapat bahwa pelaku dosa besar berada
di dua tempat. Yaitu Al-manzilah bain al-manzilatain tidak kafir dan juga
tidak mukmin.
Komentar
Posting Komentar