akhlak Tasawuf
MIDLE TEST AKHLAK TASAWUF
1.
Jelaskan
pengertian Akhlak Tasawuf menurut ahli dan anda sendiri!
2.
Jelaskan
pentingnya akhlak tasawuf bagi umat islam!
3.
Jelaskan
potensi-potensi rohani yang dianugrahkan Allah kepada manusia!
4.
Jelaskan
faktor dan metode pembentukan akhlak!
5.
Apa yang
menyebabkan manusia sekarang ini mengalami krisis akhlak (moral)? Jelaskan
peran akhlak tasawuf dalam memperbaiki akhlak (moral)!
Jawab:
1. Menurut Imam Ghozali, akhlak adalah suatu sifat yang tetap pada jiwa, yang darinya timbul
perbuatan-perbuatan dengan mudah, dengan tidak membutuhkan pikiran. Sedangkan
tasawuf adalah ilmu yang membahas cara-cara seseorang mendekatkan diri kepada
Allah.
Menurut saya, akhlak adalah suatu perbuatan yang tertanam
dalam jiwa yang menjadi kepribadian yang dilakukan dengan sungguh-sungguh tanpa
memerlukan paksaan yang dilakukan ikhlas karena Allah. Sedangkan tasawuf adalah
sikap mental untuk mensucikan diri. Sehingga akhlak tasawuf merupakan perbuatan
yang tertanam dalam jiwa untuk selalu mensucikan diri.
2.
Pentingnya
akhlak tasawuf bagi umat islam adalah:
a.
Agar umat
islam selalu ingat kepada Allah, dan menarik diri dari segala hal dan perbuatan
yang mengalihkan dari Allah.
b.
Tidak semata-mata
mementingkan duniawi.
c.
Segala
perbuatan diniatkan kepada Allah semata.
d.
Menjauhkan
umat islam dari berbagai macam penyakit hati.
e.
Selalu
melakukan ibadah dengan ikhlas dan dengan niat yang lurus kepada Allah.
3.
Potensi
rohani adalah potensi yang diletakkan kepada hati nurani untuk membedakan dan
memilih jalan yang hak dan yang batil, jalan menuju ketaqwaan dan jalan menuju
kedurhakaan. Potensi rohani yang dianugrahkan Allah kepada manusia yaitu:
a.
Akal adalah
potensi yang siap menerima pengetahuan teoritis dan merupakan daya untuk
berpikir.
b.
Nafsu adalah
sifat jiwa yang berkaitan dengan keinginan tubuh atau daya untuk berkeinginan.
c.
Qalbu adalah
jiwa manusia, perasaan, karena sifat dan keadaanya yang bisa menerima,
berkemauan, berfikir, mengenal dan beramal.
d.
Ruh adalah
pancaran ilahi manusia.
4.
Faktor-faktor
pembentukan akhlak:
a.
Nativisme (Hereditas)
Menurut
aliran ini faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan akhlak seseorang adalah
faktor pembawaan dapat berupa kecenderungan, bakat, akal. Jika seseorang sudah
memiliki pembawaan atau kecenderungan kepada yang baik, maka dengan sendirinya
orang tersebut menjadi baik, begitu juga sebaliknya.
b.
Empirisme (Lingkungan)
Menurut
aliran ini faktor yang paling berpengaruh terhadap pembentukan akhlak seseorang
adalah faktor dari luar, yaitu lingkungan sosial, termasuk pembinaan dan
pendidikan yang diberikan. Jika pendidikan dan pembinaan yang diberikan itu
baik, maka orang itu akan menjadi baik, begitu pula sebaliknya. Aliran ini
lebih percaya kepada peranan pembinaan dan pendidikan yang diberikan.
c.
Konvergensi (Bawaan dan lingkungan)
Menurut
aliran ini berpendapat bahwa faktor yang mempengaruhi pembentukan akhlak
seseorang adalah faktor internal, yaitu pembawaan seseorang dan disertai dengan
faktor eksternal, yaitu pembinaan, pendidikan, dan interaksi dalam lingkungan
sosial.
Aliran
konvergensi ini tampaknya yang lebih sesuai dengan ajaran Islam. Hal ini dapat
dipahami dari ayat al-Qur’an berikut.
وَااللهُ
اَخْرَجَكُمْ مِّنْ بُطُوْ نِ اُمَّهتِكُمْ لاَ تَعْلَمُوْ نَ شَيْأً وَّجَعَلَ
لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَا رَ وَالْاَفْئِدَ ةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ (النحل :٧٨)
“ Dan Allah mengeluarkan kamu
dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi
kamu pengajaran, penglihatan, dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl
:78)
Ayat tersebut memberi petunjuk bahwa
manuasia memilki potensi untuk dididik, yaitu penglihatan, pendengaran, dan
hati. Potensi tersebut harus disyukuri denagn ajaran dan pendidikan.
Metode
pembentukan akhlak:
a.
Pengamalan/penghayatan ajaran islam
b.
Pembiasaan sejak dini
c.
Pembinaan keteladanan
d.
Pembinaan secara paksaan
e.
Refleksi/introspeksi diri
5. Manusia
sekarang ini mengalami krisis akhlak (moral), disebabkan oleh:
a.
Adanya pengaruh dari globalisasi dan
westernisasi. Masyarakat yang tidak bisa memilah dari pengaruh westernisasi
akan lebih besar mengalami keruskan akhlak.
b.
Kurangnya pengetahuan agama dan pengamalan
ajaran agama.
c.
Kurangnya bimbingan orang tua untuk menghindari
dampak negatif arus globalisasi.
d.
Lingkungan yang sudah tercemar krisis akhlak
(moral) juga dapat mempengaruhi masyarakat sekitar.
e.
Msyarakat yang tidak dapat membedakan hal baik
dan buruk, sehingga hal buruk pun dianggap baik.
Peran
akhlak tasawuf untuk memperbaiki akhlak (moral):
a.
Untuk menyelamatkan manusia dari kebingungan
dan kegelisahan yang mereka rasakan sebagai akibat kurangnya nilai-nilai
spiritual.
b.
Memahami tentang aspek asoteris islam, baik
kepada msyarakat muslim maupun non muslim.
c.
Menegaskan kembali bahwa aspek asoteris islam
(tasawuf) adalah jantung ajaran islam, yang mengatur hubungan manusia dengan
Tuhan, manusia dengan sesama dan manusia dengan lingkungan.
Komentar
Posting Komentar